Panduan Pengoperasian Mesin Crimping Selang Hidrolik

I. Persiapan Pra-Operasi
1. Pemeriksaan Peralatan
- Sistem Hidraulik: Periksa level oli hidrolik (harus berada di atas garis tengah jendela oli) dan pastikan oli bersih dan bebas dari kotoran.
- Sumber Daya/Udara: Pastikan voltase catu dayatage stabil (misalnya, 380V/220V). Untuk peralatan pneumatik, periksa apakah tekanan udara memenuhi standar (biasanya 0,6-0,8MPa).
- Inspeksi Die: Pilih die yang cocok dengan selang dan fitting. Periksa apakah cetakan bebas dari keausan dan retak dan terpasang dengan aman.
2. Kompatibilitas Selang dan Fitting
- Verifikasi Spesifikasi: Konfirmasikan model selang (misalnya, 2SN, 4SP), jenis pemasangan (misalnya, kerucut 24°, segel datar), dan dimensi crimping (lihat tabel parameter crimping mesin).
- Pembersihan: Potongan selang harus halus dan bebas dari gerinda, dan konektor serta dinding bagian dalam selang harus bebas dari minyak, kotoran, dan kotoran.
3. Tindakan Pencegahan Keamanan
- Operator harus mengenakan sarung tangan dan kacamata pelindung untuk menghindari cedera akibat percikan minyak bertekanan tinggi atau serpihan logam.
- Pastikan permukaan kerja bersih dan bebas dari kekacauan.
II. Prosedur Operasi
1. Menjepit Selang dan Konektor
- Masukkan selang ke dalam konektor, pastikan kedalaman penyisipan memenuhi standar (konektor biasanya memiliki langkah pemosisian atau tanda).
- Tempatkan konektor selang yang sudah dirakit ke tengah cetakan mesin crimping, pastikan sejajar tanpa penyimpangan.
2. Mengatur Parameter Crimping
- Menyesuaikan langkah mati: Atur jarak crimping sesuai dengan spesifikasi selang (misalnya, selang Φ10mm memiliki diameter berkerut kira-kira 9,2mm).
- Mengatur tekanan: Lihat manual peralatan atau tabel parameter crimping (misalnya, sekitar 50-100 MPa untuk selang bertekanan rendah dan 100-200 MPa untuk selang bertekanan tinggi).
3. Mulai proses pengeritingan
- Tekan tombol start (atau saklar kaki) dengan kedua tangan dan amati proses crimping:
- Pengukur tekanan harus terus meningkat tanpa fluktuasi drastis.
- Setelah crimping selesai, cetakan akan otomatis kembali ke posisi semula.
4. Periksa kualitas crimpingnya
- Inspeksi visual: Sambungan yang berkerut harus rata dan bebas retak, serta konektor dan selang tidak boleh kendor.
- Diseksi (pemeriksaan acak): Buka sampel untuk memeriksa apakah tabung inti berubah bentuk secara merata dan lapisan kawat dipadatkan.
- Uji tekanan: Jika perlu, lakukan uji tekanan pada 1,5 kali tekanan kerja untuk memastikan tidak ada kebocoran.
AKU AKU AKU. Tindakan Pencegahan Pengoperasian
1. Jangan memberi tekanan berlebihan: Tekanan crimping yang berlebihan dapat merusak selang, sedangkan tekanan yang tidak mencukupi dapat menyebabkan kebocoran.
2. Jangan gunakan kompresor udara: Jangan melakukan crimping tanpa selang di dalam cetakan untuk menghindari kerusakan.
3. Pemecahan masalah:
- Jika peralatan mengeluarkan suara yang tidak biasa atau suhu oli terlalu tinggi, segera hentikan mesin untuk diperiksa.
- Jika selang kendor atau bocor setelah dikerutkan, sesuaikan cetakan atau ganti konektornya.
4. Kolaborasi: Personil yang berdedikasi diperlukan untuk mengoperasikan mesin untuk menghindari aktivasi sakelar yang tidak disengaja.
IV. Pemeliharaan dan Perawatan Peralatan
1. Perawatan Harian
- Bersihkan sisa-sisa jamur dan bersihkan noda minyak setiap hari.
- Periksa level oli hidrolik dan ganti secara berkala (disarankan setiap 6 bulan atau 2000 jam).
2. Tidak Ada Layanan dalam Jangka Panjang
- Lepaskan tekanan sistem hidrolik dan oleskan oli anti karat pada cetakan.
3. Inspeksi Reguler
- Periksa pipa oli dan segel dari penuaan dan integritas kabel listrik.
Ringkasan
- Ikuti dengan ketat spesifikasi untuk mengencangkan dan menekan, dan hindari pengoperasian berdasarkan pengalaman.
- Lakukan perawatan rutin untuk memastikan pengoperasian stabil jangka panjang.
- Operator harus terlatih dan terbiasa dengan prosedur tanggap darurat.
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan merujuk ke manual peralatan atau hubungi dukungan teknis pabrik kami.